Bacaan Niat Sholat Dhuha, Jumlah Rakaat, Doa, Dan Keutamaannya

Niat Sholat Dhuha dan Doa Setelah Sholat Dhuha | Popmama.com
source gambar : popmama.com

Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dikerjakan saat matahari sudah setinggi ombak hingga menjelang masuknya waktu sholat Dzuhur. Sholat sunah yang dikerjakan minimal dua rakaat ini pun memiliki berbagai keutamaan jika dikerjakan.

Waktu mengerjakan sholat Dhuha yaitu diantara dua sholat wajib, yaitu setelah sholat subuh dan sebelum sholat Dzuhur. Namun, setelah mengerjakan sholat subuh, umat muslim perlu menunggu terlebih dahulu matahari terbit. Pada dasarnya, ada dua waktu yang diharamkan untuk mengerjakan sholat dhuha, yaitu setelah subuh hingga matahari terbit, dan setelah Ashar hingga matahari tenggelam.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah : “Sesungguhnya Rasulullah melarang dua sholat; melarang sholat setelah sholat subuh hingga terbit matahari dan setelah Ashar hingga terbenam matahari.” (H.R. Al-Bukhari).

Untuk lebih jelasnya, berikut dibawah ini akan dijelaskan bacaan niat sholat Dhuha, jumlah rakaat, doa, dan keutamaannya :

  • Niat Sholat Dhuha Dan Jumlah Rakaatnya

Sebelum mengerjakan sholat Dhuha, awali terlebih dahulu dengan membaca niat untuk mengerjakannya. Niat tersebut bisa diucapkan dalam hati, atau bisa juga dilafalkan. Bacaan niat sholat Dhuha bisa dilafalkan seperti dibawah ini :

Bacaan Arab latin :

“Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”

Artinya :

“Aku menyengaja sholat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala.”

Sholat dhuha bisa dikerjakan minimal dua rakaat. Meski begitu, tidak ada larangan untuk menambah jumlah rakaat sholat Dhuha. Rasulullah SAW pernah melakukan sholat Dhuha 8 rakaat, berdasarkan riwayat Ummu Hani’, “Nabi Muhammad SAW pada tahun terjadinya Fathu Makkah beliau sholat Dhuha delapan rakaat.” (H.R. Bukhari).

Jika mengerjakan sholat Dhuha lebih dari dua rakaat, maka pengerjaannya diutamakan sekali salam untuk dua rakaat.

  • Doa Setelah Sholat Dhuha

Setelah mengerjakan sholat Dhuha, maka dianjurkan juga untuk membaca beberapa doa seperti dibawah ini :

  •  “Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.”

Artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.”

  • “Allahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahrirhu wa in kaana ba’lidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa atita ‘ibaadakash-shalihiin.”

Artinya :

“Ya Allah, apabila rezekiku berada diatas langit maka turunkanlah, apabila berada didalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba – hamba-Mu yang sholeh.”

  • Keutamaan Sholat Dhuha

Umat muslim yang mengerjakan sholat Dhuha, berarti ia telah mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yang beliau wasiatkan kepada Abu Hurairah.

Abu Hurairah berkata, “Rasulullah SAW, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal : puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat Dhuha (setiap hari), dan sholat witir sebelum tidur.”

Selain itu, sholat Dhuha juga bisa disamakan dengan bersedekah. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan sholat dhuha dua rakaat.” (H.R. Muslim).

Umat muslim yang terbiasa mengerjakan sholat dhuha pun akan berpeluang mendapatkan ampunan dari Allah SWT atas dosa – dosanya pada masa lalu. Rasulullah SAW menyampaikan, “Siapa yang membiasakan diri (untuk menjaga) sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (H.R. At-Tirmizi).

Leave a Comment